7/24/2012
3
Kali ini saya mencoba untuk menjabarkan hakikat puasa, kebetulan saat ini kita sudah memasiki bulan ramadhan jadi semoga artikel saya kali ini dapat sedikit mengingatkan kita tentang hakikat berpuasa itu dengan pikiran sadar kita, sehingga kita akan dapat merasakan makna dan manfaat positif dari ibadah puasa sebulan penuh.

sumber gambar : qolbulinsan.blogspot.com


Sebelum saya mambahas apa hakikat dan makna puasa, ada baiknya kita
terlebih dahulu memahami pengertian dari puasa itu sendiri. Apakah pengertian puasa itu?, ya, puasa adalah membatasi aktifitas kita dengan menahan diri dari makan, minum, serta berhubungan badan (bagi yang sudah menikah) dari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Kesimpulan makna puasa diatas adalah merupakan hasil pemaknaan puasa oleh para ulama, meskipun kalau dihubungkan dengan tujuan berpuasa itu sendiri maka kesimpulan diatas masih memiliki banyak kelemahan, yakni bertujuan untuk dapat menjadikan sang pelaku dalam hal ini orang yang berpuasa tersebut menjadi orang yang bertaqwa.

Akan tetapi, sebagaimana yang dapat kita ketahui bahwa banyak sekali dan bahkan mayoritas dimana orang-orang yang berpuasa tersebut menjalankan puasa tetapi mereka tidak bisa mencapai derajat ketaqwaan sebagaimana yang dimaksudkan diatas.

Arti yang dapat kita tangkap dari penjelasan diatas adalah, tidak semua orang yang melaksanakan ibadah puasa dengan cara menahan diri dari hal-hal yang dilarang di dalam pelaksanaannya, dapat secara otomatis mencapai ketaqwaan yang di idam-idam kannya. Bahkan dalam pelaksanaannya mereka tidak tahu dan tidak merubah apapun yang dilakukannya di saat tidak melakukan ibadah puasa. Perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan menuju kebaikan dalam sikap dan tingkah laku. Ini terbukti banyak sekali diantara mereka yang berpuasa tetapi masih melakukan maksiat seperti korupsi, menipu dan bahkan masih meninggalkan sholat atau sekedar bolong-bolong sholatnya.

Demikian juga bagi mereka yang sudah melaksanakan puasa sebulan penuh tanpa bolong, tetapi dalam tingkah lakunya masih saja melakukan kebiasaan-kebiasaan tercela antara lain seperti berbohong / berdusta, iri, dengki, tidak jujut, mendendam sesama teman dan masih bersifat kikir terhadap fakir miskin dan anak yatim.

Sesungguhnya, puasa itu sendiri merupakan suatu ibadah yang semata-mata diperuntukkan kepada Tuhan kita dan harus bersih tanpa adanya campur aduk dari urusan lain-lain yang kita miliki. Bahkan seharusnya puasa itu apabila kita benar-benar menjalankannya sesuai dengan perintah agama maka puasa akan dapat membentengi kita dari niat-niat dan perbuatan tercela dan maksiat yang bisa saja timbul dalam diri kita.

Memang sangat disayangkan apabila puasa yang kita lakukan sebulan penuh tanpa adanya halangan satu haripun tetapi tidak atau belum berhasil memberikan dampak positif dalam diri kita, artinya belum berhasil merubah kita menjadi seorang yang dalam kondisi ini menjadi lebih baik secara akhlak daripada sebelum berpuasa.

Coba kita bayangkan bersama apabila dalam satu bulan penuh itu pada saat kita digembleng untuk lebih disiplin, menahan hawa nafsu, bersabar, serta melakukan kebaikan-kebaikan seperti shalat berjamaah melalui shalat tarawih, tadarus, mengkaji syariat islam dan lainnya, dan akhirnya kita dapat melihat suatu hasil atau dampak yang dapat dilihat dalam hal ini menuju kebaikan, akan sangat bahagianya kita bukan?

Lalu bagaimana apabila dalam satu bulan itu kita belum menemukan dampak atau hasil positif yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.., nah inilah yang perlu di lakukan evaluasi kembali, kita tinjau kembali dimana letak kesalahan kita sehingga kita belum menjadi lebih baik setelah bulan ramadhan.

Puasa sebenarnya bukan hanya sebagai ritual keagamaan yang wajib dijalankan setiap uman islam, akan tetapi dibalik ritual itu ada tujuan lain yang justru sangat penting yang ingin kita peroleh, yakni menjadikan kita yang melaksanakan ibadah puasa sebagai orang-orang yang bertaqwa dan menjadi lebih baik akhlaknya setelah berpuasa sebulan penuh.

Itulah sekelumit dari hakekat dan makna puasa yang coba saya jabarkan kali ini, ini sekedar mengingatkan kita bahwa kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bahwa berpuasa itu tidak sekedar melakukan kewajiban ibadah yang di amanahkan kepada kita, tetapi yang diharapkan adalah hasil atau dampak dari puasa itu sendiri yang akan merubah kita menjadi seorang yang lebih bertaqwa dan sanggup mengamalkan ketaqwaan kita di dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalankan di dunia ini. Amin.

3 comment:

  1. Memang puasa gak sekedar puasa, harus bisa lebih mengimani dari makna puasa itu sendiri. sehingga selepas puasa, selalu ingat dan briman pada Allah swt.

    ReplyDelete
  2. Betul mas ;) Puasa mengajarkan kita pada kesabaran, tidak berpikir negatif, serta andhop asor :)

    ReplyDelete
  3. kunjungi www. sprediction.co.cc disini tempat daftar taruhan online lengkap,, silakan pilih JOIN SKRG ada hadiah samsung galaxy dan hadiah2 free

    ReplyDelete